Siaran Pers: Banking Journalist Academy, Upaya Tingkatkan Kualitas Jurnalis

Jakarta, 11 April -- Banking Journalist Academy (BJA) 2013, program kerja sama Aliansi Jurnalis Independen (AJI) dengan Permata Bank baru saja berakhir. Kegiatan berbentuk kursus singkat jurnalistik dalam isu ekonomi-perbankan merupakan upaya meningkatkan pemahaman dan kualitas jurnalis, serta mendorong liputan media yang berkualitas dalam isu ekonomi perbankan.

"Seiring tumbuhnya industri media, lahir jurnalis generasi baru yang belum memiliki pengalaman meliput atau menulis laporan jurnalistik mendalam, termasuk dalam isu-isu spesifik seperti dunia perbankan. Sebagai organisasi jurnalis yang mendorong kompetensi, profesionalisme dan etika peliputan, program BJA 2013 menawarkan inovasi baru dalam perkembangan dunia jurnalistik Indonesia." ujar Ketua AJI Indonesia, Eko Maryadi dalam sambutan pada malam inaugurasi Banking Journalist Academy 2013 yang berlangsung di Jakarta, Kamis malam (11/4).

Program BJA, lanjut Eko, menawarkan modul pelatihan yang terencana, disampaikan oleh nara sumber kompeten dan pakar perbankan, diakhiri pemberian fellowship dalam isu perbankan kepada peserta. Melalui short-course yang berlangsung selama dua bulan, para jurnalis dari berbagai kantor media dilatih mendalami isu perbankan, termasuk bagaimana meliput dan menuliskannya di media.

Harapan terhadap program BJA 2013 juga disampaikan Executive Vice President, Head of Corporate Affairs PermataBank, Leila Djafaar, "Mencermati rolling penugasan jurnalis di media yang begitu cepat, saya berharap program BJA kerja sama AJI-PermataBank dapat membantu memenuhi kebutuhan para jurnalis yang handal dalam bidang tersebut.” 

Leila Djafaar mengaku pihaknya sangat senang bermitra dengan AJI Indonesia dalam mengembangkan program BJA. 

"Sebagai organisasi jurnalis terkemuka, AJI dikenal akan reputasinya yang independen dan sangat selektif memilih mitra kerjanya. Pandangan yang sama untuk meningkatkan kualitas pendidikan bagi para jurnalis Indonesia, khususnya dalam bidang Ekonomi dan Perbankan, menjadi landasan kuat untuk mengembangkan program ini secara berkesinambungan," ujar Leila Djafaar. 

“BJA adalah wujud komitmen PermataBank dalam memajukan dunia pendidikan tanah air sebagai bagian dari Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR). Kami gembira BJA 2013 yang diselenggarakan untuk pertama kalinya ini mendapat tanggapan yang positif dari komunitas jurnalis, praktisi maupun akademisi,” tegas Leila.

Dalam BJA angkatan pertama ini, terpilih 18 peserta hasil seleksi dari puluhan jurnalis di kawasan Jabodetabek yang mendaftar. Program BJA berlangsung di Jakarta sejak Januari sampai Februari 2013, meliputi materi perbankan maupun etika jurnalistik. Selama dua bulan, para peserta mengikuti 17 sesi yang berlangsung tiap Selasa dan Jumat.

"Peserta umumnya bergairah melalui metode pendidikan interaktif. Kegairahan ini tercermin dari frekuensi kehadiran peserta yang hampir full. Para fasilitator juga kompeten dan memiliki kinerja bagus. Terlatih sebagai pemateri di kelas, mereka sepenuh hati berbagi pengetahuan dan pengalaman kepada peserta," ujar mentor BJA 2013, Hasudungan Sirait.

Pada akhir kursus, para jurnalis peserta dari berbagai media online dan cetak nasional ini mengumpulkan tugas akhir berupa tulisan mendalam.

Dari 18 peserta, akhirnya hanya 14 peserta yang berhasil lolos hingga akhir program dan mereka menghasilkan karya tulis yang dituangkan ke dalam sebuah buku BJA yang diluncurkan bersamaan pada saat malam inaugurasi.

Tugas akhir 14 peserta diseleksi para mentor dan tim BJA. Kriteria penilaian meliputi daya tembus nara sumber, ketepatan pada deadline, akurasi dan keberimbangan. Selain penilaian jurnalistik, tim juri BJA juga menilai keaktifan peserta, kemampuan menyerap materi, upaya perbaikan, serta kedisiplinan selama program berlangsung.

Dewan Juri menetapkan tiga peserta terbaik program BJA 2013 yakni: Grace Dwitiya Amianti (Investor Daily), Stella Anastassia Sipahutar (The Jakarta Post), dan Stefanus Arif Setiaji (Bisnis Indonesia). Sedangkan Suci Sekarwati (Koran Jakarta) terpilih sebagai The Most Improved Student of BJA 2013.

Ketua Umum Aliansi Jurnalis Independen (AJI) mengucapkan selamat kepada para peserta terbaik BJA 2013. Dalam dunia jurnalistik tidak ada jurnalis hebat. Yang ada jurnalis yang terus belajar dan setia dalam prinsip independensi, profesional, beretika. 
 
*********


Untuk informasi lebih lanjut silakan menghubungi:
Eko Maryadi (Ketua AJI Indonesia) 0811852857
Desy Saputra (PIC BJA 2013) 0818460676
 
Tentang AJI Indonesia
AJI Indonesia adalah organisasi profesi jurnalis yang memiliki anggota 1914 orang jurnalis dan 35 cabang tersebar di seluruh Indonesia (data AJI per 1 Desember 2012). AJI diterima secara resmi menjadi anggota IFJ (International Federation of Journalists), organisasi jurnalis terbesar dan paling berpengaruh di dunia, yang bermarkas di Brussels, Belgia, pada 18 Oktober 1995. AJI juga menjadi anggota International Freedom of Expression Exchange (IFEX) hingga saat ini. Bersama organisasi wartawan dan NGO media di Thailand, Filipina, dan Indonesia, AJI ikut mendirikan organisasi regional The Southeast Asian Press Alliance (SEAPA) di Bangkok pada bulan November 1998. Aktivis AJI juga mendapat beberapa penghargaan dari dunia internasional. Di antaranya dari Committee to Protect Journalists (CPJ), The Freedom Forum (AS), International Press Institute (IPI-Wina) dan The Global Network of Editors and Media Executives (Zurich). 
 
Sejak berdiri hingga saat ini, AJI memiliki kepedulian pada tiga isu utama, yaitu perjuangan untuk mempertahankan kebebasan pers; Meningkatkan profesionalisme jurnalis; Meningkatkan kesejahteraan jurnalis. Visi AJI adalah terwujudnya pers bebas, profesional, dan sejahtera, yang menjunjung tinggi demokrasi.
Selengkapnya di www.ajiindonesia.or.id. 

News Update Lainnnya