Literasi Keuangan dalam Bingkai Banking Journalist Academy IV-2016

JAKARTA – Sebanyak 14 dari 17 peserta program Banking Journalist Academy (BJA) IV yang mengusung tema Literasi Keuangan akhirnya dinyatakan lulus. Program pengembangan pendidikan bagi jurnalis yang diinisiasi oleh PermataBank dan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia dengan dukungan Kedutaan Besar Australia ini menghasilkan beragam karya jurnalistik dengan sudut berita (angle) yang manarik, mendalam dan segar.

 

Hal ini tidak terlepas dari intensifnya program yang digelar hingga 14 sesi, mulai 3 Agustus hingga 20 September 2016. Salah satu keunggulan program ini adalah kelengkapan materi pendidikan yang disampaikan oleh para pakar di bidangnya, baik pengetahuan ekonomi & perbankan yang mendalam maupun pengetahuan untuk mengolah data-data menjadi liputan yang mendalam sehingga menjadi karya jurnalistik yang baik dan kredibel.

 

Beberapa materi seperti Banking in General, Financial Literacy, Corporate Banking, Business Consumer Banking, Sharia Banking dan teknik mengolah data dipaparkan baik oleh Direktur PermataBank terkait maupun Pengajar Tamu. Tercatat Mulya E. Siregar – Deputi Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Bidang Pengawasan Perbankan 1 dan Anung Herlianto - Direktur Pengawasan Bank 2 OJK, John Breusch - Treasury Representative, Australian Embassy Jakarta dan Wahyu Dhyatmika – Tempo turut memberikan paparan yang holistik, mendalam dan memberikan warna baru.

 

Hasilnya Literasi Keuangan dibingkai dan ditafsir dengan bahasa yang lugas, segar dan dalam konteks kekinian. Beberapa diantara karyanya seperti

 

  1. Albertus Hendriyo W. Ismanto – KOMPAS
  • Berharap pada Selembar Kartu
  1. Agustina Melani, Liputan6.com
  • Berlomba-lomba Sediakan Uang Elektronik “Hari Gini Pakai Uang Tunai
  1. Dylan Amirio, The Jakarta Post
  • The Age Of Digital Money: When Payment Evolves
  1. Dupla Kartini PS, Kontan
  • Nasabah Jeli, Bank Peduli
  1. Devie Kania Suryadi, Investor Daily
  • Fintech dan Perbankan: Bersatu Kita Teguh, Bercerai Kita Runtuh
  1. Elisa Valenta Sari, CNNIndonesia.com
  • Ramai-ramai Ubah Strategi Bisnis Demi Generasi Millennial
  1. Galvan Yudistira, Kontan
  • Perbankan Masih Malu-Malu Masuk ke Pembiayaan Film
  1. Ghoida Rahmah Al’adawiyah, TEMPO
  • Rekening Tabungan Pengganti Celengan
  1. Istihanah, SINDO WEEKLY
  • Impian Indah Itu Less Cash Society
  1. Romys Binekasri, Viva.co.id
  • Literasi Keuangan di Pinggiran Jakarta Masih Minim
  1. Rr. Dian Kusumo Hapsari, Suara.com
  • Dari Bawah Bantal Pindah ke Bank
  1. Surya Rianto, Bisnis Indonesia
  • Penetrasi Kredit UMKM: Aroma Phobia Bank masih Terasa
  1. Yopi Safari, Majalah TROBOS Livestock
  • Bisnis Ayam Kampung: Perbankan Terpikat, Produksi Berlipat
  1. Yustinus Andri Dwi Putranto, Bisnis Indonesia
  • Langkah Gontai ‘Si Anak Tiri’ Industri Kreatif

 

Julian Fong, Wakil Direktur Utama PermataBank mengatakan, “Menjadi jurnalis di Indonesia, dengan begitu banyak isu dan dinamika di berbagai bidang dan industri dibarengi dengan jutaan data dan informasi yang muncul setiap harinya dari internet, membuat profesi ini semakin ditantang untuk meningkatkan kualitasnya agar mampu bersaing dalam standarisasi global. Disisi lain, publik juga semakin cerdas dan kritis terhadap informasi yang disampaikan oleh media di Indonesia. Hal inilah yang mendorong para jurnalis dan medianya harus dapat memberikan informasi yang bermutu dan berimbang dengan pemahaman isu yang menyeluruh”.

 

“Hal inilah yang mendorong kami menginisiasi program BJA yang telah memasuki tahun ke-empat. Tema Literasi Keuangan dalam BJA 2016 ini untuk menjawab tantangan diatas sekaligus menjadi ikhtiar kami dalam mendukung program Regulator, dalam hal ini OJK untuk makin memberikan pemahaman terhadap lembaga keuangan. Melalui reportase dan tulisan yang dihasilkan dengan penuh warna dan mendalam tersebut, kami harapkan masyarakat dapat memilih dan memanfaatkan produk dan layanan jasa keuangan yang sesuai kebutuhan, memiliki kemampuan dalam melakukan perencanaan keuangan dengan lebih baik dan terhindar dari aktivitas investasi pada instrumen keuangan yang tidak jelas , terang Julian.

 

Disisi lain, Suwarjono, Ketua Umum AJI Indonesia menjelaskan, "Banyak jurnalis menghindar saat diberi penugasan untuk meliput isu ekonomi perbankan. Sebagian jurnalis beralasan, isu perbankan adalah bidang liputan yang sulit, butuh pengetahuan memadai, penuh dengan jargon, angka-angka dan harus paham isu terkini. Selain kerumitan materi liputan, kesulitan berikutnya adalah menyajikan hasil liputan dengan akurat dan menarik. Minat jurnalis baru untuk meliput isu ini juga minim. Jarang ditemukan, seorang calon jurnalis melamar untuk menjadi jurnalis ekonomi perbankan. Sebagian besar pelamar menunjukkan ketertarikan meliput isu politik, peristiwa, budaya satra, hukum, gaya hidup maupun olahraga”.

 

“Akibat sejak rekruitmen tidak ada calon jurnalis yang mempunyai pengetahuan memadai dalam isu perbankan. Peliputan bidang ini akhirnya diisi oleh para jurnalis umum yang tidak mempunyai latarbelakang pengetahuan cukup. Untuk itu, AJI sebagai organisasi profesi bersama PermataBank dan Kedutaan Australia menggelar program BJA sebagai upaya meningkatkan kapasitas jurnalis, khususnya yang sehari-harinya meliput isu perbankan dan ekonomi makro. Dalam perjalannya, saat ini BJA dinilai berhasil mengisi kekosongan pelatihan jurnalistik bertema ekonomi perbankan yang selama ini tidak ada yang menggarapnya”, jelas Jono.

 

“BJA dan Banking Journalism Workshop (BJW) yang telah diadakan bagi jurnalis regional merupakan program pendidikan yang unik yang diadakan oleh institusi perbankan seperti PermataBank.   Objektif dan visi program ini sejalan dengan komitmen jangka panjang Australia bagi Indonesia terutama di bidang peningkatan kualitas pendidikan masyarakat. Oleh karena itu kami gembira dapat berpartisipasi di dalam penyelenggaraan program BJA dan BJW di tahun 2016 ini, yang kami harap dapat menjadi kerjasama berkelanjutan,” ungkap Laura Kemp, First Secretary (Public Affairs), Australian Embassy - Jakarta

 

Wisuda Peserta Program BJA

Melalui proses yang ketat dan berjenjang, peserta program yang dibimbing oleh Hasudungan Sirait, Feby Siahaan dan Wahyu Dhyatmika yang merupakan jurnalis senior dan mantan jurnalis di media-media terkemuka di Indonesia menyelesaikan tugas akhir berupa liputan ekonomi perbankan yang mendalam selama kurang lebih 1 bulan. Hasilnya diwujudkan dalam bentuk buku dan audio visual yang diluncurkan pada Malam Apresiasi (Graduation Night) bersamaan dengan pengumuman peserta terbaik dan spesial BJA IV 2016 yaitu:

  • Peserta terbaik I        : Devie Kania Suryadi (Investor Daily)
  • Peserta terbaik II      : Galvan Yudistira (Kontan)
  • Peserta terbaik III     : Yustinus Andri Dwi Putranto (Bisnis Indonesia)
  • Peserta special           : Elisa Valenta Sari (CNNIndonesia.com)

 

 

Dalam Wisuda BJA kali ini, turut hadir Karaniya Dharmasaputra - Digital Director Kompas TV, COO The Jakarta Post & Co-founder/Chairman Bareksa.com yang memberikan pencerahan berupa Digital Media Outlook terkait dengan apa yang terjadi di dunia digital saat ini, perkembangannya dan apa yang harus diantisipasi oleh para Jurnalis dan masyarakat.

 

Selain menyelenggarakan program BJA yang banyak diikuti oleh para Jurnalis di seputar Jakarta, dikembangkan juga program Banking Journalism Workshop (BJW) pada tanggal 14-15 Oktober 2016 di Surabaya  yang menjaring 22 jurnalis dari wilayah timur dan barat Indonesia serta 5 Mahasiswa/I Unair Surabaya. Hal ini sebagai wujud dari komitmen untuk menjangkau jurnalis-jurnalis yang tersebar di wilayah Indonesia lainnya.

 

Untuk informasi lebih lanjut silahkan menghubungi:

 

Richele Maramis

SVP, Head Corporate Affairs PermataBank

P: +62 21 523 7788

e: corporate.affairs@permatabank.co.id

Suwarjono

Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia

c: 0818 758624

e:suwarjono123@gmail.comm

 


News Update Lainnnya